Senin, 07 Juli 2014

Noda dan Warna Karakter Diri


“Karena tiap orang beriman itu tetaplah rembulan , memiliki sisi kelam yang tak pernah ingin dilihat oleh siapapun. Maka cukuplah bagiku memandang sang bulan pada sisi indah yang menghadap ke bumi”
Begitulah , kata bijak yang disampaikan oleh imam besar Imam Syafi’i. Disana kita bisa lihat bahwa , semua manusia adalah sebuah rembulan yang begitu indah jika kita lihat dari kejauhan yang memiliki sisi kelam yang tak ingin orang tahu, hanya dia saja dan tuhan yang tahu. Ini mungkin cocok dengan pernyataan berikut yang menyebutkan , bahwa tiada manusia sempurna. Saya yakin , siapapun yang membaca ini tentu pernah melakukan salah. Sebuah noda yang mewarnai perjalanan hidup kita, sebuah warna yang menghiasi kisah kita. Apapun itu, mungkin berbohong , menyakiti perasaan orang lain , atau pun aib-aib yang tak pernah ingin diketahui oleh siapapun.

Sebagian kita akan menyesal dan mungkin juga hanya menghiraukannya saja. Ketika hati seseorang tersakiti dan tiada obat yang dapat mengobati , atau melakukan yang sungguh tercela, lalu apa yang akan terjadi? Saya yakin , bagi kalian yang punya hati akan sangat menyesalinya. Namun apa setelah itu? tak ada yang bisa kita lakukan , selagi hidup terus berjalan , kita hanya akan terdiam dan menyesali waktu yang telah terlewat dan tak akan pernah kembali meskipun sedetik.

Tapi apakah itu akhir? Tentu tidak, semua orang tau itu bukan akhir. Namun yakin kah bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini ada tujuan nya? Jika yakin, segera lah bersyukur karena anda masih berpikir positif. Dan ingat kah anda akan kesalahan-kesalahan di masalalu , sungguh menyesalkan bukan? Namun sadar kah , kesalahan-kesalahan anda yang anda buat di masa lalu adalah pondasi anda untuk karakter anda di masadepan bagi kalian yang ingin berfikir.

Hanya karena kita pernah melakukan kesalahan bukan berarti kita bukan rembulan. Justru jadikan lah kesalahan-kesalahan ini menjadi pondasi karakter diri. Karena , hanya jika kita menyesali kesalahan kita , mereka tak akan melihat kita. Terus perbaiki diri adalah kunci kita menjadi rembulan. Karena sebaik-baiknya kita , adalah yang terus introspeksi diri.

Dalam hidup ini anda adalah pelukis, anda memiliki kuas , anda memiliki warna-warni dan kertas besar,dan selagi anda hidup, kuas itu akan terus mewarnai kertas anda, menggambarkan diri anda mencari karakter diri anda dan membentuk jati diri anda, maka gambarlah anda sebaik-baiknya rupa. Dan tunjukan lah bahwa noda-noda yang menodai kertas anda , telah menjadi sangat indah. Lalu biarkan lah warna ini menghiasi karakter anda, dan biarkan keindahannya memancarkan cahaya.

Minggu, 06 Juli 2014

Sesal

Kepedulian merupakan sesuatu yang susah di ukur
Setiap orang berbeda dalam menggambarkannaya
Tidak bisa menyalahkan kata tersebut
Karena tidak ada ukuran dalam mengartikannya

Terkadang waktu dapat menjadi alasan
Orang dapat berubah mengartikan arti peduli
Kadang seseorang dapat merasa kurang
Tetapi juga dapat merasakan lebih

Apakah waktu dapat kita persalahkan
Waktu membuat semua hal berubah
Selalu membabi buta kearah depan
Tanpa mencoba kembali kebelakang

Terkadang kepedulian dapat berubah
Dan membuat kita ingin kembali
Tapi tidak di hiraukan waktu
Aku tak peduli apa itu kepedulian

Aku masih terlalu awal untuk mengerti
Semua memiliki tingkatan-tingkatan
Aku hanya bisa mempercayai diri sendiri
Meski harus dihadapkan kebingungan

Tiga Sahabat di Gunung Gede Pangrango





Dua tahun lamanya , kami sudah menjadi teman sekelas sejak kelas 2 SMA. Banyak cerita yang telah kami jalankan. Saya , fanji , wafda , salman , atuk , robby , ucok dan aih , itu lah kami . kami disatukan dalam suatu ruangan yang kita sebut dengan “kelas” , kelas yang menjadi kenangan di antara kami ber delapan. Suka duka kami jalani bersama, mereka bukan teman saya juga bukan sahabat saya , tapi mereka adalah keluarga saya. Keluarga dimana selalu ada dimana saat bahagia ataupun sedih. Kami bermain bersama , sekolah sama-sama , main sama-sama , ngebolos sama-sama, bahkan kabur pun sama-sama. Memang kenangan yang sangat manis bersama mereka . Namun kenangan manis itu hanya lah tinggal kenangan manis yang selalu saya ingat sampai sekarang. 

Tidak terasa , kami pun sudah mulai masuk zona Ujian Nasional. Kami pun mulai menyiapkan segalanya demi memperjuangkan kelulusan yang hanya ditentukan oleh beberapa hari itu. Saat itu , merupakan saat-saat dimana kita mulai berjalan masing-masing , mulai menjurus ke arah masing-masing sesuai tujuan diri masing-masing. Saya kedokteran , fanji dan robby kepolisian , wafda mengurusi kerja , aih dan ucok  militer , atuk kepelayaran  dan salman sibuk mencari perkuliahan.

Dan akhirnya , Ujian Nasional pun tiba. Dengan persiapan yang telah kami siapkan belum membuat kami percaya akan diri kami sendiri dapat lulus Ujian Nasional ini , karena bayang-bayang kami tentang Ujian Nasional ini merupakan ujian yang menentukan masa depan kami. Dengan sistem paket yang banyak yaitu 20 paket membuat kami pun harus berbuat jujur, apa boleh buat tidak ada yang bisa lakukan untuk membantu sahabat kami sendiri. 

Setelah berjuang beberapa hari , kami pun tinggal menunggu hasil dari Ujian Nasional. Dan akhir nya kami pun lulus semua meskipun nilai yang kami raih tidak terlalu bagus :D. Namun begitu kami puas , bagaimanapun kami lulus dari SMA yang telah membesarkan dan menyatukan kami sebagai keluarga ini.

Tidak terasa setelah hampir dua tahun lamanya kita bersama , dan pada saat itu kami akan memulai hidup baru dengan tujuan masing-masing. Dan perpisahan pun tak terluputkan dari kami. Namun meskipun begitu kami mempunyai rencana untuk pergi ke gunung gede pangrango ketika kami sebelum benar-benar terpisah. Rencana yang kami siapkan sudah cukup matang , kami pun mulai menyusun barang-barang dan peralatan yang harus dibawa. Kami pun berkumpul merundingkan rencana besar ini. Disana kami memutuskan apakah akan ikut apa tidak dalam acara ini.

Waktu pun terus berjalan dan semuanya sudah mengambil keputusan, setengah dari kami memutuskan untuk ikut yaitu saya , fanji, wafda dan ucok. Sedangkan sisanya memilih tidak ikut dengan berbagai alasan mereka masing-masing. Sayang memang , acara yang harusnya dijalani bersama-sama berdelapan orang harus diikuti hanya empat orang. Namun acara tetap lah acara kami pun yang tersisa melanjutkan perencanaan yang sudah kami rencanakan. Kami mulai mendaftar dan mulai mengumpulkan barang-barang bawaan.

Pertanggal 15 mei tahun 2013 kami berangkat ke gunung gede, dan waktu pun semakin dekat akan hari H. Tibalah saatnya , setelah kami sudah mempelajari kondisi disana dan menyiapkan segala peralatan yang harus dibawa, kami pun berangkat pada hari rabu , tanggal 15 mei . pagi-pagi sekali sekitar jam 8 kami sudah beragkat dari rumah masing-masing , kami berkumpul di halte kota. Saling menunggu dan saling menghubungi akhirnya berkumpul lah saya, fanji dan wafda di halte kota yang sedang menunggu kedatangan satu sahabat kami , ucok. Kami menunggu cukup lama akan kedatangannya , saat itu ia sedang berada di bogor untuk keperluan Angkatan Militer. Setelah cukup lama menunggu , tibalah sebuah pesan elektronik dari handphone saya dari ucok. Ia berkata, bahwa dia tidak bisa ikut karena ada keperluan mendadak yang harus ia selesaikan. Dengan perasaan yang kesal, kami pun berangkat meskipun kebilang kami bertiga ini nekad.

Kami pergi menggunakan bus kota menuju cianjur dan berhenti di terminal cianjur, kemudian menggunakan angkutan kota untuk pergi ke tkp. Di perjalanan saya lihat wajah yang sangat bersemangat dan sangat ceria dari teman-teman saya, malkum mereka baru kali itu mendaki gunung.
Setibanya di sana , kami pun disambut dengan hujan yang sangat besar. Namun meskipun begitu kami terus berjalan karena hari sudah sore. Setelah lolos periksa di pintu masuk , kami pun memulai langkah pertama kali di gunung gede ini. Hari mulai malam, dan kami masih berjalan. 

Di tengah hutan yang gelap gulita kami pun berjalan dengan bermodalkan headlamp dan lampu senter . Jalanan yang licin , becek dan menanjak terus kami injak sembari meilhat sekitar yang penuh dengan pepohonan ini. Doa terus kami panjatkan agar diberi kesalamatan , terutama saya sebagai pemimpin dalam perjalanan kali ini , memang bukan kali pertama bagi saya tetapi mengingat teman-teman saya yang tidak mempunyai pengalaman sebelumnya dan juga bayang-bayang rute mana yang harus kami tempuh menjadi masalah yang paling utama.Tas ransel masih kami bawa , tongkat yang menjadi tumpuan dan koper kompor menemani perjalanan kami . Kaki terus berjalan , mata terus menatap ke bawah memilih jalan mana yang akan di pijak, dan doa yang selalu kami panjatkan , kami berharap ada orang lain yang menemani. 

Tiba-tiba teman saya , wafda mengeluh ingin buang air besar. Rasa bingun menghampiri kami , hanya pepohonan dan jalan setapak yang kami lihat. Ia terus mengeluh akan keluhannya itu yang membuat kami terpaksa untuk berhenti. Tanpa memikirkan akibatnya kami menggali untuk sebuah lubang , disana lah wafda membuang keluhannya itu , sembari berdoa. Lucu memang jika diingat sekarang , tapi pada saat itu hanya rasa takut lah yang kami rasakan , tanpa senyum sedikit pun hanya mulut yang berkomat-kamit memohon perlindungan.

Setelah itu kami terus berjalan , namun kali ini lebih cepat. Bukan tanpa alasan , kami mendengar suara lonceng yang menandakan ada manusia lain di sekitar kami , dan ternyata benar , tak jauh dari kami ada sekelompok orang yang juga memiliki tujuan yang sama seperti kami. Rasa syukur kami panjatkan , dimana kami mulai merasa lebih aman. Namun perjalanan masih panjang.

Malam itu kami lewati bersama-sama di camp Kandang Badak , dan kami lanjutkan perjalanan pada pagi hari menjelang siang hari. Dengan semangat yang sama kami mulai mendaki kembali, kali ini trek jalan mulai tinggi. Kami terus berjalan, selangkah demi langkah. Sekitar 2 jam kami sudah berjalan, namun tak terlihat tanda-tanda dari puncak gunung gede ini hanya pepohonan yang tinggi dan tanah yang berpasir. Seratus langkah istirahat seratus langkah istirahat, itu yang kami lakukan demi menjaga energi kami. Kami terus bertanya apa yang ada di depan kami. Namun tak ada yang menjawab , kami hanya mengandalkan nalar kami untuk terus berjalan. Tak ada yang kami dengar , kami terus berjalan menyusuri lebatnya pepohonan, hanya satu yang terpikir oleh saya disana “semakin rendah pepohonan yang kamu lihat , maka semakin dekat kamu dengan puncak gunung ini” . 

Dengan semangat yang hampir luntur , terlihat langit dan tak terlihat lagi pepohonan disekitarnya.  Kami segera bergegas dengan seluruh tenaga yang masih kami miliki , berlari mencapai tujuan kami ini. Dan , indahnya pemandangan disana mencairkan lelah dan letih kami , seolah terhipnotis akan menakjubkannya alam ini . Kami berteriak kegirangan. Pemandangan yang indah ini ternyata memang benar-benar membius kami , dan kami mengabadikan momen indah ini dengan memotret pemandangan ini. 

Pemandangan yang indah memang, tetapi hari mulai sore dan kami harus melanjutkan perjalanan kami ke alun-alun Surya Kencana. Seakan betah disana memandangi keindahan alam ini , kami memaksakan diri untuk turun. Setibanya di alun-alun Surya Kencana kami langsung membagi-bagi tugas untuk membuat tenda di dekat goa , membuat parit di sekitar tenda dan memasak untuk kami makan. Tak lupa sebelum itu kami menunaikan shalat ashar terlebih dahulu, angin yang kencang dan kesunyian alam membuat kami merasa damai.

Kami pandangi alam sekitar , dan tak terduga awan hitam mulai berkumpul dan bergerak sangat kencang dan menutupi taman edeilwise dan hari mulai gelap gulita yang diikuti petir yang menyala. Hujan pun turun, kami masuk ke dalam tenda dan berkumpul. Tak terduga hujan nya sangat lebat , parit yang kami buat tidak kuat menampung air yang turun , dan membasahi tenda kami. Tak ada yang bisa kami perbuat , hanya melihat tenda kami basah dan barang-barang pun basah. Kami berkumpul di tengah tenda dan menyalakan kompor mencoba menghangatkan tubuh kami. Hanya api dari kompor yang menemani kami , teringat semua kata-kata saran dari orang tua kami yang melarang untuk berangkat. Namun hanya penyesalan lah yang ada. Rasa bersalah pun menghampiri saya, apa yang dapat saya lakukan dan bagaimana bisa selamat dari badai besar ini. 

Dan diputuskan bahwa kita harus bergerak, karena mungkin kita bisa mati kedinginan jika harus menunggu hujan reda. Seketika kami terkejut melihat padang suryakencana , seolah disulap oleh badai menjadi gelap gulita dan seram penuh petir. Satu hal yang kami cari adalah tenda orang lain yang berkemah juga di surya kenacana itu. Tak lama kami mencari, dua buah tenda berwarna kuning yang cukup jauh dari kami seolah menjadi pertaruhan hidup kami. Petir yang gencar menyerang padang , membuat nyali kami ciut, pasalnya kami takut apabila petir itu malah menyerang kami , wajar saja di padang itu tak ada bangunan yang tinggi atau pun pepohonan yang tinggi di tengah padang yang harus kami lewati . Tapi apa daya yang bisa kami lakukan hanya mencoba bertahan hidup. Saat itu saya hanya memerintahkan kepada sahabat saya untuk membawa peralatan tidur dan tinggalkan semua yang memberatkan. Dengan diawali doa, kami berjalan melewati sungai, dan padang surya kencana yang terguncang badai itu. Kami berlari tak peduli apa yang kami injak, mulut terus memohon, kaki terus bergerak , mata terus waspada mengiringi perjalanan ini. Tak yang terbesat di dalam pikiran , hanya rasa bersalah berdosa yang saya ingat.
Setibanya di tenda kuning , kami memelas memohon agar diberi pertolongan. Dingin , lelah, cape, ketakutan , lapar menghalangi malu kami untuk memelas. Dibuka nya pintu dari tenda, seorang pria mencoba berbicara pada kami. Dan kami hanya memelas pertolongan. 

Tuhan mengabulkan doa kami , kami dipersilahkan masuk namun hanya sampai hujan berhenti menetesi alam bumi ini. Tak ada pakaian yang saya bawa , hanya sleeping bag lah yang saya bawa. Kedinginan yang melanda saya ,memaksa saya melepas pakaian saya yang basah kucup. Hanya berselimut sleeping bag saya mencoba untuk istirahat ditemani kopi yang tidak hangat. Kami berbincang , menceritakan hal-hal yang mengerikan dan cerita tentang hidup kami.
Seolah malaikat , mahasiswa-mahasiswa depok ini menolong kami. Diberinya saya jaket dan makanan ringan untuk menghangatkan tubuh saya. Mereka menanyai kami tentang perjalanan yang sudah kami tempuh , tertawa menertawakan menjadi obat bius kami melupakan sejenak perjalanan yang mengerikan tersebut.
Doa yang saya panjatkan hanya keselamatan kami, hujan yang terus mengguyur menjadi harapan kami untuk terus berdiam di tenda mereka. Kerinduan akan sinar matahari saya rasakan, kami tanyakan jam berapa ini jam berapa ini. Malam itu terasa berjalan sangat lama , mencoba untuk tidur pun susah. Lapar terus kami keluhkan , namun apa yang kami bisa makan , pasrah yang bisa kami lakukan.  
Pagi tiba , sahabat saya meneriakan kesenangan nya . kami pun keluar mencari kehangatan sinar matahari. Kemudian saya langsung mencari sumber air , di sungai yang mengalir dengan tenang , diambilah oleh saya air untuk berwudhu . Sajadah saya letakan menghadap kiblat , seraya berdoa sangat bersyukurnya saya akan kesempatan yang tuhan telah berikan kepada saya dan kepada sahabat-sahabat saya. 

Moment yang menyenangkan ini lantas kami abadikan dengan foto , seolah melupakan tadi malam . rasa terima kasih kami sampaikan kepada mereka , kami berjabat tangan bersalaman . kemudian kami menghampiri tenda kami , dan memulai menjemur peralatan kami yang basah ini. Kami membagi tugas , ada yang menyiapkan makanan ada yang membereskan peralatan dan lainnya. Setelah semua kami lakukan , kami makan dan berniat untuk beristirahat sejenak. Namun tak terduga , kabut putih menghampiri kami berjalan cukup lamban yang diikuti awan hitam di belakangnya. Melihat itu , seakan trauma kami langsung bergegas pulang , dengan kecepatan yang tidak biasa kami berjalan cepat pulang. Kami turun dengan penuh kabut, beberapa kali kami jatuh , beban yang tambah berat oleh air membuat kaki gemetar menjadi saksi kelelahan yang kami rasakan pada saat itu. Kami pun terus berjalan , medan yang rusak akibat longsor pun mewarnai perjalanan kami.  

Sekitar 3 jam perjalanan turun , menuruni gunung putri yang cukup curam kami pun sampai di kaki gunung putri. Sungguh rasa syukur yang kami panjatkan , akhirnya perjalanan ini berakhir dengan selamat. Isitirahat lah kami di depan warung di sana , baso yang menemani kami menjadi santapan yang enak.

Setelah shalat dan sebagainya kami pun pulang dengan menggunakan angkutan umum sampai sukabumi. Perjalanan yang akan terus saya ingat. Kaki yang terus berjalan , mata yang terus melihat ke bawah , mulut yang terus memanjatkan doa. Di sana lah kami bercerita akan kisah kami yang tak akan terlupakan. 

Tips sahur sehat




Ramadhan telah tiba, bulan dimana semua orang muslim di dunia menunaikan ibadah wajib puasa ramadhan. Puasa dari makan , minum dan hawa nafsu yang dimulai dari sahur sampai terbenamnya matahari atau adzan magrib. Kebanyakan dari kita , menilai pada bulan puasa , saat sahur dan berbuka adalah saat dimana kita untuk membalas makan makanan sampai sangat kenyang. Namun tak jarang , meskipun kita sudah makan makanan yang banyak pada sahur , dan ketika pada puasanya masih terasa lemas , tidak bersemangat, lapar yang teramat lapar , dehidrasi dan sebagainya.

Lalu mengapa demikian?  Ada kah yang salah dalam makan sahur? . Sahur sangat dianjurkan bagi umat muslim dilakukan sebelum puasa ramadhan dan puasa lainnya , karena merupakan waktu dimana kita mempersiapkan diri agar dapat menahan lapar dan haus yang lebih lama. Namun apakah harus makan sebanyak-banyaknya dan asal agar dapat tetap kuat dalam puasa? 

Meski sahur dilakukan di pagi hari sebelum fajar , bukan berarti kita bisa menyantap makanan asal jadi dan sebanyak-banyaknya tanpa diatur . sahur sangatlah penting , oleh karenanya tubuh kita harus dibekali nutrisi yang cukup agar dapat terjaga hingga saat berbuka. Berikut ada beberapa tips sahur sehat yang saya bisa paparkan dari sumber-sumber terpercaya di bidangnya :

  1. Mulailah sahur dg meminum segelas air putih dan cukupi kebutuhan cairan tubuh , karena selama puasa tubuh kita akan banyak kehilangan banyak cairan.
  2. Usahakan dan disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan saat makan sahur, hal ini karena buah-buahan mengandung elektrolit yang memberikan kesegaran pada tubuh dalam beraktivitas.
  3. Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi saat sahur , ini karena selama puasa , zat besi dalam tubuh akan turun akibat dari berkurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh , sehingga pasokan oksigen yang dibawa sel darah merah tidak maksimal yang menyebabkan tubuh akan lebih lemas dan mengantuk.
  4. Pilihlah karbohidrat kompleks, seperti nasi merah daripada nasi putih, roti gandum daripada roti putih , karena membuat gula darah lebih stabil.
  5. Bijak dalam mengonsumsi makanan yang manis oleh gula pasir, karena makanan yang manis ini akan membuat kita cepat lapar. Makanan yang banyak mengandung banyak gula akan membuat tubuh berekasi melepaskan insulin dengan cepat , akibatnya tubuh akan meminta asupan energi baru , sehingga kita akan cepat merasa lapar, pilihlah makanan yang mengandung pemanis alami , seperti gula aren atau madu.
  6. Memakan makanan yang mengandung protein sebagai lauknya , seperti ikan , daging , atau dalam bentuk protein nabati , seperti kacang-kacangan.
  7. Hindari makanan yang digoreng , karena makanan yang digoreng menyebabkan ikatan oksigen berkurang sampai 20% , yang menimbulkan rasa kantuk.
  8. Sempurnakan sahur dengan mengonsumsi makanan yang juga mengandung magnesium dan potassium seperti pisang , jeruk dan kacang almond , karena kandungan zat magnesium ini akan membantu tubuh memproduksi energi untuk beraktivitas sepanjang hari.



 Sekian beberapa tips yang bisa saya tulis, mungkin ada beberapa versi dari kalian atau dari orang lain. Tetapi pada intinya , makanan yang dimakan saat sahur akan mempengaruhi jalannya puasa itu sendiri pada tubuh kita sendiri, hendaknya makanan yang akan dimakan saat sahur haruslah yang memiliki nilai gizi yang baik dan seimbang.

Mafia Of Science Two


MOST  , itulah kami , keluarga besar IPA 2. Kami bukan siswa-siswi pintar yang selalu naik podium saat upacara , kami bukan siswa-siswi shaleh yang selalu ada di masjid , bukan siswa-siswi baik yang dikenal oleh guru-guru sampai kepala sekolah, juga bukan siswa-siswi tajir yang bisa  beli apa saja , kami hanya keluarga yang dipertemukan di suatu kelas di sebuah sekolah , SMANSA Sukabumi.
Kelas yang selalu membuat kami selalu kangen , kelas yang mempunyai banyak cerita. Itu lah kelas kami , kelas IPA 2. Jumlah siswa kelas IPA 2 yaitu 38(tiga puluh delapan) orang ditambah 1(satu) orang , terdiri dari 27(dua puluh tujuh) siswi dan 12(dua belas) siswa. Mari kita lihat , skema empat duduk IPA 2. 

Dimulai dari bangku yang paling kiri atas , disana ada Fanji Putra Pamungkas dan Chandra Pane si ucok . Mereka bukan pasangan serasi , terbukti dengan Fanji yang sering mengeluh dengan sifat Chandra yang bawel. Kemudian di sebelah kanannya bangku Fanji dengan Chandra , ada pasangan penggemar music Korea. Ngomongin tentang artis-artis korea memang sudah jadi favorit mereka. Nah , disebelahnya Silmy & Nadia , ada Salman si kocak dan Nurfauziah. Ini dia , sang pujaan hati , siapa lagi kalo bukan Nurfauziah Hadiati. Lucu , cantik , baik hati, tidak sombong , lengkap sudah.

Kita beralih ke arah kanan , ada mega si panjang nama dan yuke si pendiam. Tidak banyak yang bisa saya jelaskan tentang yuke , tapi yang saya tahu dia siswi yang rajin. Dan Raden Mega Indah Oktaviani Zulkarnaen , itu lah nama asli dari mega si panjang nama. Mari kita kembali lagi ke meja Fanji dan Chandra. Di belakang mereka ada saya sendiri , saya tidak tahu bagaimana harus menggambarkan diri saya sendiri tapi yang jelas , saya siswa IPA 2. Nah, disebelah saya ialah pencerita terbaik di kelas kami , Galih Nurhikmah. Sampai-sampai ketika guru menerangkan pun , ia  sering bercerita. Banyak hal yang bisa saya ceritakan tentang dia , tapi yang jelas mengenal dia sangat berkesan bagi saya. Meja jajaran kami emang penuh sesak dengan laki-laki , ada Robby si kribo dan Reinaldi alias atuk , kemudian Wafda alias gendut dan Faris , Hatta. Membuat meja jajaran kami adalah meja yang paling ribut di kelas , terutama di meja Fanji , Galih dan Robby. Namun ada satu pemanis di meja kami, ialah Octaviani si pintar. Selain pintar dia pun rajin , baik , shalehah namun sayang , dia galak. Yang saya ingat, dia pasti akan marah apabila ada yang bersendawa di dekatnya. Tak jarang salman jadi sasaran pukulan Octa.

Kita beralih ke kanan meja Hatta dan Faris, ialah Nu’man , siswa paling soleh di IPA 2. Dan di sebelahnya Nu’man , Embar si bersin keras. Kadang saya heran , kenapa dia bisa sekeras itu kalau bersin, tapi mungkin itu karena dia paskibraka. Di depan mereka , aida dan resna , tak banyak yang bisa saya jelaskan tapi yang saya tahu mereka berdua siswi-siswi yang baik. Kemudian selanjutnya , sandra dan syarah berada di depan Aida dan Resna. Nah kalau Sandra , cewe yang sedikit “gila”. Banyak cerita tentang dia bersama kami IPA 2 , tapi yang jelas senang apabila kita sudah kenal dekat dengan nya. Dia ditemani , teman sewaktu SMP nya , yaitu Syarah. Ada satu hal yang saya ingat dari dia, suara yang keras syarah yang selalu jadi cemoohan siswa-siswa IPA 2 , mewarnai jalannya hari di kelas IPA 2. Dan di depan mereka , juga sahabat mereka semua dan juga keluarga kami di IPA 2. Regita si hitam manis dan Annisa Tamara. 

Jika kita bergerak ke meja jajaran Salman kebelakang , kita akan menemui geng “Bringka” Bring kadie bring kaditu , begitu lah mereka sebut geng mereka. Dimulai dari Astri dan Silvani , yang berada di belakang Salman dan Nurfauziah , diikuti oleh Elma alias kokom dan Rias alias Edi, dan juga Amelia dan Fujie mengikuti dibelakang serta Erdha yang duduk dengan Mellysa. Lucu memang , mengingat mereka adalah wanita , namun begitulah adanya. Dan meja jajaran mereka paling belakang , adalah Annisa karisma alias bundo dan Intan si anak baru. 

Tidak banyak yang bisa saya jelaskan tentang bangku paling kanan , yaitu depan meja guru dan sebelah kanan meja-meja para “Bringka” namun yang jelas mereka pun keluarga kami, dimulai dari depan ada Mega dan Yuke , kemudian ada Gian dan Isti dibelakangnya dan diikuti oleh Nia si eksotis dan Tiara yang tidak langsing. Di belakang mereka , merupakan sahabat saya . dia adalah teman saya dari kelas satu , ialah Mellysa Putri Fereva si Cantik dan teman sebangkunya Erdha. Dan terakhir Badzlina Kamil Falah, banyak cerita dengan dia . tapi yang saya ingat adalah ketika saya dipukul olehnya , dan jerawat di pipi kanan dia yang tidak pernah hilang.

Itulah sedikit keluarga kecil saya bersama IPA 2 , Mafia Of Science Two. Kami sekarang sudah berpisah cukup lama , setahun sudah kami berpisah. Kenangan-kenangan manis di dalam nya terus kami ingat sampai sekarang , meskipun kami memiliki teman-teman baru di tempat kami sekarang. Banyak hal yang saya pelajari dari mereka , meskipun kami semua memiliki banyak kekurangan yang tidak bisa kami tutupi. Memori yang indah dan selalu berkesan , akan selalu berada dalam diri saya dan kelak , apabila saya menceritakan tentang mereka , akan saya cerita kan bahwa mereka adalah hidup saya.