Minggu, 06 Juli 2014

SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan kekayaan alamnya , mulai dari darat ataupun di laut. Dan indonesia juga dikenal sebagai negara yang berkeanekaragaman tinggi. Namun kekayaan alam ini tidak lantas membuat Indonesia menjadi negara maju. Meskipun Indonesia kaya akan kekayaan alamnya , ternyata Indonesia belum bisa mengolah sendiri kekayaan alam ini dan dijadikan harga jual di kancah internasional. Ini disebabkan karena sumber daya manusianya yang kurang berkualitas , karena pendidikan di Indonesia yang masih rendah. Hal ini diakui oleh berbagai masyarakat dunia dan bahkan masyarakat Indonesia sendiri.

Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Mengapa?, kita dapat melihat bahkan merasakan bahwa cita-cita pendidikan yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional tidak terealisasi hingga kini. Sebagaimana yang termaktub dalam Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II pasal 3, yang berbunyi:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Dari pasal tersebut kita bisa lihat bahwa , pendidikan disini bertujuan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun pada kenyataannya masih banyak sekolah yang tak layak dipakai, di samping itu selain juga pembangunan pendidikan yang masih kurang baik , kita bisa lihat pembentukan moral pada siswa-siswa maupun mahasiswa jaman sekarang. Meskipun bangunan yang bagus dan segala canggih , namun nyatanya tidak dibarengi dengan pembangunan moral yang baik.
Kita bisa lihat sekarang , kita sering jumpai pengusaha yang tidak memberi sedikit hartanya kepada orang yang membutuhkan , seorang guru yang tidak mau mengajar orang yang tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya, seorang pejabat tinggi negara yang mengambil uang yang bukan hak nya , seorang murid yang sudah tidak punya sopan santun kepada orang yang lebih tua dan bahkan guru dan orangtuanya sendiri.

Memperihatinkan memang, namun ini lah yang tengah terjadi saat ini dimana era globalisasi. Pendidikan memang merupakan point utama dalam pembentukan negara , jika dibiarkan seperti ini mungkin negara ini lambat laun akan hancur oleh tangan pribumi sendiri.

Lalu apa yang menjadi masalah dari keterpurukan nya pendidikan negeri ini? Ada banyak faktor yang bisa kita sebutkan , diantaranya kualitas siswa yang rendah , guru dan pengajar yang tidak professional , biaya pendidikan yang mahal dan bahkan peraturan UU tentang pendidikan yang masih kacau. Perlu adanya obat untuk mengatasi masalah-masalah tentang pendidikan ini , namun apa itulah yang jadi pertanyaan. Banyak hal yang sudah dilakukan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia ini, tetapi ternyata hasilnya nihil karena dibarengi moral petinggi negeri yang tidak baik. 

Menurut saya hal yang paling mengambil peran utama dalam pendidikan ini adalah guru atau pun dosen , karena dosen atau guru lah yang menjadi pembentuk moral dan pembentukan karakter murid-muridnya serta yang “mengukir” mereka menjadi orang yang cerdas, berahlak yang baik , bermoral dan pintar.Anies Baswedan menilai guru merupakan ujung tombak masalah pendidikan Indonesia, sebab edukasi merupakan proses interaksi antarmanusia. ”Jika kita memperhatikan kualitas, distribusi dan kesejahteraan guru, saya rasa kita bisa menyelesaikan sebagian masalah pendidikan di Indonesia,” kata Anies Baswedan.

Dewasa ini pendidikan lebih kepada kepentingan orientasi nilai bukan kepada ahlak dan moral siswa. Menurut saya , pendidikan yang menekan kan moral harus lebih ditekan kan karena merupakan ahlak lah yang menentukan masa depan seseorang , baik apa tidaknya dia kedepan. Ada sebuah kata bijak menyebutkan bahwa “ilmu tanpa agama adalah buta dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh” kita dapat menyimpulkan bahwa apabila siswa memiliki kepintaran dan pengetahuan yang tinggi tetapi ia tidak dibarengi ahlak yang baik dan moral yang baik , maka mereka sama aja buta yaitu dapat dimanfaatkan dan dikendalikan orang sehingga dapat membahayakan orang lain. Oleh karena itu ahlak yang baik dan ilmu yang tinggi lah yang harus ditekan kan pada pendidikan Indonesia.

Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis dan kognisinyan (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Dan, kecakapan soft skill ini terbentuk melalui pelaksanaan pendidikan karater pada anak didik.

Yang tidak kalah penting lain nya ialah orangtua, karena bagaimanapun orangtua lah yang membentuk karakter anaknya di rumah. Selain juga orang tua , doa kepada tuhan yang maha esa pun merupakan point yang sangat penting. Kita sebagai mahluk beragama tentunya percaya bahwa semuanya yang terjadi pada kita ialah kehendak dari sang maha pencipta, dan kita hanya sebagai mahluknya hanya bisa berencana dan berusaha.

Saya berpendapat bahwa apabila semua ini dapat terlaksana , maka saya yakin indonesia dapat mengejar ketinggalan nya dalam bidang pendidikan. AMIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar