“Karena tiap orang beriman itu tetaplah rembulan , memiliki
sisi kelam yang tak pernah ingin dilihat oleh siapapun. Maka cukuplah bagiku
memandang sang bulan pada sisi indah yang menghadap ke bumi”
Begitulah , kata bijak yang disampaikan oleh imam besar Imam
Syafi’i. Disana kita bisa lihat bahwa , semua manusia adalah sebuah rembulan
yang begitu indah jika kita lihat dari kejauhan yang memiliki sisi kelam yang
tak ingin orang tahu, hanya dia saja dan tuhan yang tahu. Ini mungkin cocok
dengan pernyataan berikut yang menyebutkan , bahwa tiada manusia sempurna. Saya
yakin , siapapun yang membaca ini tentu pernah melakukan salah. Sebuah noda
yang mewarnai perjalanan hidup kita, sebuah warna yang menghiasi kisah kita.
Apapun itu, mungkin berbohong , menyakiti perasaan orang lain , atau pun
aib-aib yang tak pernah ingin diketahui oleh siapapun.
Sebagian kita akan menyesal dan mungkin juga hanya
menghiraukannya saja. Ketika hati seseorang tersakiti dan tiada obat yang dapat
mengobati , atau melakukan yang sungguh tercela, lalu apa yang akan terjadi?
Saya yakin , bagi kalian yang punya hati akan sangat menyesalinya. Namun apa
setelah itu? tak ada yang bisa kita lakukan , selagi hidup terus berjalan ,
kita hanya akan terdiam dan menyesali waktu yang telah terlewat dan tak akan pernah
kembali meskipun sedetik.
Tapi apakah itu akhir? Tentu tidak, semua orang tau itu
bukan akhir. Namun yakin kah bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini
ada tujuan nya? Jika yakin, segera lah bersyukur karena anda masih berpikir
positif. Dan ingat kah anda akan kesalahan-kesalahan di masalalu , sungguh
menyesalkan bukan? Namun sadar kah , kesalahan-kesalahan anda yang anda buat di
masa lalu adalah pondasi anda untuk karakter anda di masadepan bagi kalian yang
ingin berfikir.
Hanya karena kita pernah melakukan kesalahan bukan berarti
kita bukan rembulan. Justru jadikan lah kesalahan-kesalahan ini menjadi pondasi
karakter diri. Karena , hanya jika kita menyesali kesalahan kita , mereka tak
akan melihat kita. Terus perbaiki diri adalah kunci kita menjadi rembulan.
Karena sebaik-baiknya kita , adalah yang terus introspeksi diri.
Dalam hidup ini anda adalah pelukis, anda memiliki kuas ,
anda memiliki warna-warni dan kertas besar,dan selagi anda hidup, kuas itu akan
terus mewarnai kertas anda, menggambarkan diri anda mencari karakter diri anda
dan membentuk jati diri anda, maka gambarlah anda sebaik-baiknya rupa. Dan
tunjukan lah bahwa noda-noda yang menodai kertas anda , telah menjadi sangat
indah. Lalu biarkan lah warna ini menghiasi karakter anda, dan biarkan
keindahannya memancarkan cahaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar