Senin, 07 Juli 2014

Noda dan Warna Karakter Diri


“Karena tiap orang beriman itu tetaplah rembulan , memiliki sisi kelam yang tak pernah ingin dilihat oleh siapapun. Maka cukuplah bagiku memandang sang bulan pada sisi indah yang menghadap ke bumi”
Begitulah , kata bijak yang disampaikan oleh imam besar Imam Syafi’i. Disana kita bisa lihat bahwa , semua manusia adalah sebuah rembulan yang begitu indah jika kita lihat dari kejauhan yang memiliki sisi kelam yang tak ingin orang tahu, hanya dia saja dan tuhan yang tahu. Ini mungkin cocok dengan pernyataan berikut yang menyebutkan , bahwa tiada manusia sempurna. Saya yakin , siapapun yang membaca ini tentu pernah melakukan salah. Sebuah noda yang mewarnai perjalanan hidup kita, sebuah warna yang menghiasi kisah kita. Apapun itu, mungkin berbohong , menyakiti perasaan orang lain , atau pun aib-aib yang tak pernah ingin diketahui oleh siapapun.

Sebagian kita akan menyesal dan mungkin juga hanya menghiraukannya saja. Ketika hati seseorang tersakiti dan tiada obat yang dapat mengobati , atau melakukan yang sungguh tercela, lalu apa yang akan terjadi? Saya yakin , bagi kalian yang punya hati akan sangat menyesalinya. Namun apa setelah itu? tak ada yang bisa kita lakukan , selagi hidup terus berjalan , kita hanya akan terdiam dan menyesali waktu yang telah terlewat dan tak akan pernah kembali meskipun sedetik.

Tapi apakah itu akhir? Tentu tidak, semua orang tau itu bukan akhir. Namun yakin kah bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini ada tujuan nya? Jika yakin, segera lah bersyukur karena anda masih berpikir positif. Dan ingat kah anda akan kesalahan-kesalahan di masalalu , sungguh menyesalkan bukan? Namun sadar kah , kesalahan-kesalahan anda yang anda buat di masa lalu adalah pondasi anda untuk karakter anda di masadepan bagi kalian yang ingin berfikir.

Hanya karena kita pernah melakukan kesalahan bukan berarti kita bukan rembulan. Justru jadikan lah kesalahan-kesalahan ini menjadi pondasi karakter diri. Karena , hanya jika kita menyesali kesalahan kita , mereka tak akan melihat kita. Terus perbaiki diri adalah kunci kita menjadi rembulan. Karena sebaik-baiknya kita , adalah yang terus introspeksi diri.

Dalam hidup ini anda adalah pelukis, anda memiliki kuas , anda memiliki warna-warni dan kertas besar,dan selagi anda hidup, kuas itu akan terus mewarnai kertas anda, menggambarkan diri anda mencari karakter diri anda dan membentuk jati diri anda, maka gambarlah anda sebaik-baiknya rupa. Dan tunjukan lah bahwa noda-noda yang menodai kertas anda , telah menjadi sangat indah. Lalu biarkan lah warna ini menghiasi karakter anda, dan biarkan keindahannya memancarkan cahaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar